Berita  

PMTI Kaltim Dilantik, Dukungan Aklamasi untuk Yulius Selvanus Menguat

Foto: Kegiatan Penanaman Pohon oleh Pengurus PMTI Kaltim di Kawasan Ibu Kota Nusantara pada Minggu (19/04/2026).(Barometerkaltim.id/Jayus)

Barometerkaltim.id, Kaltim – Dukungan terhadap Yulius Selvanus Lumbaa untuk kembali memimpin Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Pusat periode 2026–2031 menguat dari Kalimantan Timur. Hal itu mengemuka dalam pelantikan Pengurus PMTI Kaltim masa bakti 2026–2031 yang digelar di Gedung Odah Etam, Sabtu (18/4/2026) malam.

Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan yang dihadiri ratusan warga Toraja di perantauan. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pelantikan, tetapi juga ajang konsolidasi dan penegasan arah organisasi ke depan.

Di tengah prosesi, Ketua PMTI Kaltim yang baru dilantik, Nataniel Tandirogang, menyampaikan deklarasi terbuka yang langsung disambut antusias hadirin. Ia menegaskan dukungan penuh kepada Yulius Selvanus Lumbaa untuk kembali memimpin PMTI Pusat.

“Kami seluruh pengurus PMTI Kaltim mendeklarasikan Pak Yulius Selvanus Lumbaa untuk dipilih kembali menjadi Ketua PMTI Pusat periode 2026–2031 secara aklamasi,” tegasnya.

Deklarasi tersebut mencerminkan aspirasi kuat masyarakat Toraja di Kalimantan Timur yang menilai Yulius sebagai figur pemersatu sekaligus pengayom organisasi. Kepemimpinannya dianggap mampu menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan PMTI di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa PMTI merupakan organisasi berbasis kekeluargaan yang tidak terafiliasi dengan kepentingan politik. Ia mengajak seluruh anggota untuk berkontribusi nyata di daerah masing-masing.

“PMTI ini organisasi kekeluargaan, bukan partai politik. Kita harus hadir memberi manfaat. Di mana kita berpijak, di situ kita menjunjung langit,” ujarnya.

Kehadiran Rudy Mas’ud dalam acara tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara PMTI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang selama ini terjalin harmonis.

Dukungan di sektor pendidikan juga mengemuka. Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjadi wadah pengembangan generasi muda Toraja.

“Potensi anak-anak Toraja sangat besar. Tugas kita adalah membina dan memfasilitasi mereka agar mampu berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

Pelantikan turut diwarnai prosesi adat berupa pemberian kain sarung putih kepada para pemimpin yang hadir. Simbol ini mencerminkan kesucian, kemuliaan, serta komitmen untuk bekerja dengan niat tulus.

Nataniel menegaskan, kepengurusan baru akan segera bergerak cepat melakukan konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota, dengan fokus pada penguatan sektor pendidikan dan sosial.

“Kami ingin PMTI menjadi simpul solusi bagi masyarakat. Tempat mencari jalan keluar, bukan sekadar menyampaikan keluhan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Toraja untuk bersatu tanpa sekat organisasi. “Tidak ada perbedaan, semua adalah saudara. Mari bergabung karena kita punya tujuan yang sama,” tambahnya.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Zadrak Tombeg, perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Pangeran Noto Negoro Heriansyah, serta Ketua BPW KKSS Kaltim Alimuddin Latief.

Rangkaian kegiatan berlanjut keesokan harinya, Minggu (19/4/2026), di kawasan Ibu Kota Nusantara. Para pengurus PMTI Kaltim yang baru dilantik melaksanakan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Aksi simbolis ini menjadi penegasan komitmen masyarakat Toraja untuk turut menjaga kelestarian alam Kalimantan, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai bagian dari pembangunan di daerah perantauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *