Barometerkaltim.id, Kaltim — Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) Wilayah Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sebagai langkah konsolidasi organisasi sekaligus ajang regenerasi kepemimpinan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi ISMAPI dalam peningkatan kualitas tata kelola pendidikan di daerah.
Kegiatan Musda tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Peserta terdiri atas anggota aktif, alumni, serta calon alumni program magister dan doktor bidang manajemen pendidikan.
Ketua Panitia Musda ISMAPI Kaltim, Prof. Dr. Laili Komariyah, M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda merupakan amanat langsung dari Ketua Pusat ISMAPI. Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah pemilihan dan penetapan Ketua ISMAPI Wilayah Kalimantan Timur untuk masa bakti 2026–2030.
Pada tahun ini, Musda mengusung tema “Penguatan Peran ISMAPI Melalui Transformasi Kepemimpinan Baru yang Kolaboratif dan Berdampak bagi Pendidikan Berkualitas.” Tema tersebut mencerminkan komitmen ISMAPI dalam mendukung arah kebijakan pendidikan nasional, khususnya pada aspek tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kepemimpinan yang adaptif.
Ia menegaskan bahwa keberadaan ISMAPI tidak semata sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan pendidikan yang profesional dan berkelanjutan.
“ISMAPI hadir untuk memperkuat manajemen dan administrasi pendidikan agar satuan pendidikan mampu dikelola secara lebih sistematis dan efektif,” ujarnya.
Musda ISMAPI Kaltim yang digelar di Gedung Masjaya Universitas Mulawarman, Sabtu (17/1/2026), berlangsung dengan lancar dan tertib. Seluruh rangkaian agenda dijalankan dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat.
“Kegiatan musyawarah daerah ISMAPI Wilayah Kalimantan Timur ini berjalan dengan lancar, sukses, dan penuh semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, tetapi juga lemahnya pemahaman terhadap fungsi manajemen. Menurutnya, banyak persoalan di satuan pendidikan bersumber dari kurang optimalnya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan.Oleh karena itu, ISMAPI secara konsisten menjalankan berbagai program pelatihan, penyuluhan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang manajemen dan administrasi pendidikan, tidak hanya bagi kepala sekolah tetapi juga guru.
“Manajemen itu bukan hanya untuk pemimpin formal. Guru juga perlu memahami bagaimana mengelola proses pendidikan secara efektif,” jelasnya.
Dalam Musda tersebut juga ditetapkan Ketua ISMAPI Kaltim terpilih periode 2026–2030. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu melanjutkan program-program sebelumnya sekaligus menghadirkan terobosan yang lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Ia berharap, melalui kepemimpinan baru, ISMAPI semakin berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pendidikan, baik dari sisi pelayanan, relevansi, maupun mutu pendidikan di Kalimantan Timur.
“Harapannya, pendidikan kita semakin tertata, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.






