Barometerkaltim.id, Samarinda – Kesatuan Barisan Mahasiswa Merdeka (KBMM) menyoroti pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masud yang membeberkan salah satu faktor yang mempengaruhi proses percepatan pergantian Direktur Utama Bank Kaltimtara.
Salah satu alasan Gubernur Kaltim yakni ada kasus korupsi kredit fiktif yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara.
“Yang pertama di Kalimantan Utara, disana terjadi tindak pidana korupsi, itu yang harus anda bunyikan donk,” Ujar Gubernu Kaltim, Rudi Masud beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, KBMM mendesak agar pernyataan Gubernur tersebut bisa menjadi salah satu dasar agar memanggil Dirut Bank Kaltimtara, Muhamad Yamin dalam rangka mengembangkan kasus dugaan korupsi tersebut.
“Ini kan pernyataan orang nomor 1 di Kaltim, oleh karena itu kami mendesak agar Kejati Kaltim dan Polda Kaltim memanggil Dirut saat ini,” ujar Guntur saat dihubungi via whatsApp. Selasa (31/3/2026).
Dengan seperti itu pernyataan Gubernur Kaltim tidak dianggap bohong atau hoaks dan tidak menimbulkan kegaduhan diranah masyarakat luas.
“Bila perlu panggil juga Gubernur nya sehingga tuntas ini kasus jangan setengah-setengah,” tegasnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa di Kejati Kaltim dalam waktu dengan guna mendorong kasus ini terbuka sehingga masyarakat mengetahuinya.
“Tentu akan kami tindaklanjuti persoalan ini, kami akan dorong Kejati Kaltim menanganinya,” tutupnya.
Wartawan: Jasman
Editor: Rubi






