Berita  

Penguatan Demokrasi Daerah di Sebakung, Andi Faisal Assegaf Tekankan Peran Aktif Masyarakat Desa

Foto: Anggota DPRD Kalimantan Timur, H. Andi Faisal Assegaf, S.Sos., M.Si., saat menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Sabtu (24/1/2026).

Barometerkaltim.id, Kaltim — Anggota DPRD Kalimantan Timur, H. Andi Faisal Assegaf, S.Sos., M.Si., menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-1 di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat pemahaman masyarakat desa terhadap nilai-nilai demokrasi dan partisipasi warga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita tersebut diikuti oleh masyarakat Desa Sebakung dari berbagai kalangan. Dialog berlangsung interaktif dengan menghadirkan Hendri Sutrisno, S.H., S.Sos. sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Ahmad Syafik.

Dalam sambutannya, Andi Faisal Assegaf menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pemilihan umum, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengawasan kebijakan publik. Menurutnya, desa memiliki posisi strategis sebagai fondasi utama demokrasi di daerah.

“Demokrasi akan berjalan sehat jika masyarakat memahami hak dan kewajibannya serta berani menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Desa adalah ruang paling dekat bagi rakyat untuk belajar dan mempraktikkan demokrasi,” ujar Andi Faisal.

Ia juga mendorong masyarakat Desa Sebakung untuk tidak apatis terhadap proses politik dan pembangunan. Partisipasi aktif warga, kata dia, sangat dibutuhkan agar program pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Sementara itu, narasumber Hendri Sutrisno dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya kesadaran hukum dan politik masyarakat sebagai bagian dari penguatan demokrasi daerah. Ia menyebutkan bahwa masyarakat perlu memahami mekanisme demokrasi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.

“Pemahaman demokrasi yang baik akan melahirkan masyarakat yang kritis, cerdas, dan berani menyuarakan kepentingannya secara konstitusional,” jelas Hendri.

Hendri juga menekankan bahwa demokrasi yang kuat harus dibarengi dengan etika politik, saling menghargai perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi nilai persatuan.

Moderator Ahmad Syafik memandu jalannya diskusi dengan memberikan ruang dialog terbuka bagi peserta. Sejumlah warga menyampaikan pertanyaan dan aspirasi terkait pembangunan desa, pelayanan publik, hingga peran wakil rakyat dalam menyalurkan suara masyarakat.

Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini diharapkan dapat meningkatkan literasi demokrasi masyarakat Desa Sebakung sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya. Andi Faisal Assegaf menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat guna mendengar langsung aspirasi warga dan memperjuangkannya di tingkat legislatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *