Berita  

Praja IPDN Gelombang Kedua Kembali Turun ke Aceh Tamiang, Pembersihan Permukiman Satelit Graha Jadi Prioritas

Foto: Praja IPDN lagi membersihkan rumah Fahrizal di Aceh Tamiang.(istimewa).

Barometerkaltim.id,— Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali diterjunkan ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Pada gelombang kedua ini, fokus utama diarahkan pada pembersihan lumpur dan drainase di kawasan permukiman padat penduduk Dusun Satelit Graha BTN, Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.

Kehadiran praja IPDN ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto yang sebelumnya menyambangi langsung lokasi terdampak banjir. Momen kunjungan tersebut sempat viral di media sosial, memperlihatkan Wamendagri berjalan di atas lumpur sembari menyapa dan mendengar langsung keluhan warga.

Dalam kunjungannya, Bima Arya menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menambah personel praja IPDN guna mempercepat pemulihan pascabanjir. “Insyaallah praja IPDN akan kita tambah lagi,” ujar Bima Arya saat itu.

Koordinasi lapangan turut melibatkan Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Samarinda (HIMAS), Fahrizal S.P., yang juga Ketua IKA Faperta Universitas Mulawarman. Fahrizal bersama Abuavin, tokoh masyarakat sekaligus pemerhati publik, aktif berkoordinasi sejak awal penanganan banjir, khususnya di wilayah Satelit Graha BTN yang juga merupakan tempat tinggal orang tua Fahrizal.

Abuavin mengonfirmasi bahwa pengerahan praja IPDN gelombang kedua telah dikoordinasikan hingga ke tingkat Kementerian Dalam Negeri dan mendapat persetujuan langsung dari Wamendagri.

Kasatgas Penanganan Bencana, Brigjen Pol. Ulung Sampurna Jaya, S.IK., M.H., menyampaikan bahwa sebanyak 720 praja IPDN diterjunkan pada gelombang kedua ini. Mereka ditargetkan menyelesaikan pembersihan di Dusun Satelit Graha dalam waktu tujuh hari ke depan sebelum melanjutkan ke permukiman warga lainnya.

“Hari ini kita turunkan 720 personel praja. Target pembersihan di Dusun Satelit Graha kami upayakan rampung dalam tujuh hari ke depan, kemudian akan bergeser ke lokasi lainnya. Masyarakat Aceh Tamiang harus bangkit, tetap optimis, dan semangat menghadapi situasi ini,” ujar Brigjen Pol. Ulung kepada awak media, Senin (9/2/2026).

Ia juga memberikan motivasi kepada warga agar tidak patah semangat serta terus menjaga kebersamaan dalam proses pemulihan pascabencana.Upaya pembersihan yang dilakukan praja IPDN mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku kondisi rumah dan saluran drainase mulai membaik dibandingkan sebelumnya.

“Terima kasih praja IPDN. Alhamdulillah rumah kami sudah bersih dibantu oleh para personel. Semoga semua ini menjadi amal ibadah atas kerja keras tanpa pamrih yang dilakukan,” ungkap salah seorang warga.

Abuavin secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri dan Wamendagri Bima Arya Sugiarto atas kepedulian yang ditunjukkan dengan turun langsung ke lokasi serta mengerahkan alat berat dan personel tambahan.

“Terima kasih kepada Bapak Wamendagri Bima Arya Sugiarto yang telah hadir menyambangi kami. Terima kasih juga kepada Kemendagri atas bantuan alat berat dan 720 praja IPDN gelombang kedua. Secara khusus kami mengapresiasi Kasatgas Brigjen Pol. Ulung Sampurna Jaya yang terus hadir di tengah kesulitan warga, sosok yang ramah dan selalu memotivasi kami. Insyaallah saat bulan Ramadan nanti kami sudah bisa kembali tinggal dengan layak di rumah masing-masing,” tandas Abuavin.

Sementara itu, Fahrizal S.P. menegaskan bahwa selama dua bulan terakhir pascabanjir, dirinya bersama jejaring HIMAS dan IKA Faperta Unmul terus memfokuskan bantuan kemanusiaan di Aceh Tamiang, dengan prioritas utama wilayah Satelit Graha BTN yang terdampak cukup parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *