Barometerkaltim.id, Kaltim – Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) resmi digelar sebagai tindak lanjut mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Agenda utama Muswil ini adalah memilih ketua dan menyusun kepengurusan baru yang akan mengendalikan roda organisasi IKAT di tingkat wilayah Kalimantan Timur, Samarinda (14/02/2026).
Caretaker Ketua PMTI DPW Kaltim, Dr. Corneleus Rantelangi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muswil II ini merupakan tindak lanjut atas surat mandat dari Ketua PMTI Pusat tertanggal 3 November 2025. Mandat tersebut diterbitkan karena hasil musyawarah sebelumnya yang dilaksanakan pada Oktober 2025 tidak dilaporkan secara resmi kepada DPP PMTI, sehingga dianggap belum sah secara administratif.
“Muswil ini kita laksanakan berdasarkan mandat resmi dari Ketua PMTI Pusat. Karena laporan sebelumnya tidak masuk ke pusat, maka perlu dilaksanakan musyawarah yang sesuai dengan ketentuan organisasi,” ujar Dr. Corneleus.
Ia menegaskan bahwa IKAT Kalimantan Timur bukanlah organisasi baru. Sejak hampir 20 tahun lalu, IKAT Kaltim telah menjadi bagian dari PMTI secara nasional dan bahkan turut menginisiasi berdirinya organisasi tersebut. Namun dalam perjalanannya, terdapat persoalan administratif yang perlu dibenahi agar status dan keberadaan organisasi tetap diakui secara struktural.

Dalam Muswil II ini, peserta akan memilih ketua baru yang mendapat legitimasi langsung dari DPP PMTI. Hingga saat ini, baru satu kandidat yang secara resmi mencalonkan diri, sementara kemungkinan calon lain masih terbuka hingga proses persidangan berlangsung.
Dr. Corneleus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberadaan lebih dari satu organisasi masyarakat Toraja di Kalimantan Timur. Menurutnya, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
“Berapa pun organisasinya tidak masalah, sepanjang tujuannya baik untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat Toraja serta berdampak positif. Yang penting adalah komunikasi dan harmonisasi tetap terjaga,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum DPP PMTI Pusat, Dr. Aris Tambing, berharap Muswil ini dapat memperkuat keharmonisan diaspora Toraja di Kalimantan Timur.
“Kita berharap keluarga Toraja di perantauan semakin solid. Riak-riak dalam organisasi itu hal biasa dan bisa menjadi sesuatu yang positif. Semakin banyak organisasi yang berkontribusi secara baik, tentu semakin bagus bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Menurutnya, masyarakat Toraja di Kalimantan Timur diharapkan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, sembari tetap menjaga identitas dan nilai budaya.
Muswil II IKAT Kaltim ini diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang berdampak positif bagi masyarakat Toraja di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya.
Wartawan: Jayus
Editor: Rb






