Barometerkaltim.id, Kaltim – Di sela agenda konsolidasi partai di Kalimantan Timur, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyempatkan diri berdialog langsung dengan jurnalis dalam agenda “Ngopi Bareng” yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Jalan AW Syahranie, Samarinda, Senin (02/02/2026).
Selain agenda dialog bersama media, Hasto juga dijadwalkan melanjutkan kegiatannya di Samarinda dengan olahraga lari pagi pada Selasa (03/02/2026). Rute lari direncanakan dimulai dari Hotel Mercure, tempat ia menginap, menuju Teras Samarinda dan berakhir di kawasan Citra Niaga.
Pertemuan santai bersama jurnalis tersebut dimanfaatkan Hasto untuk menyampaikan pandangan politik, sekaligus menyerap perspektif media terkait kondisi sosial dan lingkungan di Bumi Etam. Mengenakan jaket merah berlogo banteng, Hasto membuka pertemuan dengan apresiasi kepada insan pers yang dinilainya memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi dan kepentingan publik.
Ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Kalimantan Timur tidak hanya bertujuan memperkuat kelembagaan partai di daerah, tetapi juga sebagai bagian dari proses kaderisasi dan penguatan ideologis PDI Perjuangan.
Dalam kesempatan itu, Hasto turut menyinggung keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan Kalimantan Timur yang ia amati dari udara saat perjalanan menuju Samarinda. Ia menilai aktivitas pertambangan masih menyisakan persoalan serius terhadap aspek ekologis.
“Jadi kami lihat dari atas pesawat bagaimana begitu banyak penambang-penambang ya kalau kita lihat belum memperhatikan aspek-aspek ekologis tadi,” ujarnya di hadapan para jurnalis.
Sebagaimana diketahui, Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi dengan cadangan sumber daya alam batu bara yang besar. Aktivitas pertambangan yang masif tampak jelas jika dilihat dari udara, meninggalkan jejak berupa lubang-lubang bekas tambang di sejumlah wilayah.
Hasto menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan demi keberlanjutan kehidupan masyarakat.
“Bagaimana sungai harus dijaga mata airnya, hutan-hutan harus dilestarikan, harus dibangun kebun raya, program reboisasi kembali untuk menyelamatkan ekosistem kehidupan kita yang menjadi salah satu rekomendasi,” lanjutnya.






